DuaBadai Is Disgiovery

disgiovery giveaway_alt

ADA pertemuan ada perpisahan.

Ada pula perpindahan.

Berawal dari Multiply, lalu bedol desa ke WordPress.  Kini, setelah selama beberapa waktu menekuni dunia travel blog di situs ini, akhirnya saya memutuskan untuk berpindah alamat permanen ke:

disgiovery.com

Kenapa ‘disgiovery’? Because it is simply discovering travel & photography with me, Taufan Gio (alias Badai).

Worry not, saya masih ada di sini.  Disgiovery adalah rumah saya yang baru sebagai seorang travel blogger, namun Duabadai adalah tetap rumah induk saya dimana segala kenangan masih tersimpan.  Worry not, saya masih ada di sini, masih tetap bersilaturahmi dengan teman-teman sekalian, baik menggunakan ID Disgiovery ataupun Duabadai.  But most of all, Disgiovery dan Duabadai adalah masih orang yang sama!:)

Kini, saya mengundang teman-teman sekalian untuk syukuran rumah baru saya.  Ada giveaway menarik di sini!  Simak pertanyaannya dan beri jawaban menarik, saya tunggu!

^_^

JVRO ungu awesomecatatan:

Disgiovery Giveaway dibuka hingga 31 Oktober 2013, pertanyaan boleh dijawab dalam bahasa Inggris ataupun bahasa Indonesia.

Tersedia dua buah tshirt eksklusif ‘Indonesia Barcode’ warna putih dan ungu bagi dua pemenang (psst, it’s my own design, lho!).

Bagi yang mau endorse hadiah tambahan sangat dipersilakan:)

10 Fakta Manis Dari Launching Meizu M2

Fakta 1 – Kumpulan Orang-Orang Charming
Zivanna Letisha membuka acara launching Meizu M2 di Bali Room – Hotel Indonesia Kempinski Jakarta pada 28 September 2015 lalu sambil mendeskripsikan arti dari Meizu itu sendiri. ‘Mei’ berarti charming, ‘zu’ berarti kumpulan orang-orang.  Terjemahan bebasnya berarti: pengguna Meizu adalah kumpulan orang-orang charming.

So sweet banget sih, Zi?

Fakta 2 – Quality For Young
Meizu M2 adalah smartphone terbaru yang punya slogan Quality For Young. Menurut Ross Wang (Director of Business Cooperation Meizu Technology), Meizu M2 dibuat untuk memenuhi kebutuhan konsumen berjiwa muda. Desain yang stylish, warna-warna dinamis, dan tentunya dilengkapi kamera utama 13 megapixel (MP) dan kamera depan 5 megapixel (MP). Dijamin bakal rajin selfie😉

Meizu tau aja kalau kami ini berjiwa #YoungMuda selalu. So sweet banget sih, Zu?

Fakta 3 – Bobot Ringan & Layar Cerah
Saatnya uji coba! Kesan pertama saat menimang Meizu M2 langsung terasa bobotnya yang ringan dan mantap dalam genggaman. Meizu M2 hadir dengan desain unibody dan dibangun dengan material polycarbonate (ini biasanya digunakan untuk ponsel high-end).

Meizu M2 dilengkapi layar berukuran 5 inci dengan resolusi 1280 x 720 pixel.  Layar tersebut mampu menampilkan warna-warna natural, cerah, dan bisa dilihat dari sudut sempit. Selain itu, Meizu juga menanamkan teknologi GFF Full Lamination untuk meminimalkan pantulan dan meningkatkan kualitas layar. Anti silau, man!

Fakta 4 – Lollipop!
Meizu M2 sudah mengusung sistem Android Lollipop! Sudah jelas manisnya kan?

Fakta 5 – Dual 4G Sekaligus
Meizu M2 menanamkan dua teknologi 4G sekaligus, baik yang berbasis TDD-LTE maupun FDD-LTE. Dua-duanya ON! Gak perlu repot menukar letak SIM demi koneksi 4G. Istimewanya, jika pengguna hanya menggunakan satu SIM saja, maka slot SIM yang kosong bisa difungsikan sebagai slot memori eksternal dengan daya tampung maksimal 128 GB. Sweet!

Fakta 6 – Prosesor Bertenaga
Meizu M2 menanamkan prosesor MT6735 Quad Core 64 bit dari mediaTek. Prosesor tersebut memiliki 4 inti Cortex A53 dengan kecepatan masing-masing 1.3 GHz. Untuk Graphic Processing unit (GPU), Meizu M2 mengandalkan GPU Mali-T720. Dua kombinasi prosesor tersebut memungkinkan Meizu M2 menjalankan beragam file multimedia dan game 3D secara mulus.

Fakta 7 – RAM 2 GB
Meizu M2 menanamkan RAM 2 GB supaya bisa diajak bekerja keras untuk merender file multimedia ataupun melakukan multitasking dengan manis. Sementara untuk penyimpanan, Meizu M2 dilengkapi memori internal dengan kapasitas 16 GB yang bisa diperluas dengan memori microSD berkapasitas hingga 128 GB.

Fakta 8 – Manisnya Perjamuan Meizu & BliBli.com
Jika dulu awak media selalu dikaitkan dengan pers, kini blogger pun masuk hitungan. Dari sekian banyak wajah baru yang saya temui kemarin, ada saja teman-teman blogger yang sudah saya kenal menyempil di sana. Beberapa saya kenal dari event berbeda. Lingkaran-lingkaran pertemanan kami saling mengiris satu sama lain.

Perjamuan makan siang ala bintang 5 (Kempinski gitu lho!) menambah manis acara launching Meizu M2 yang juga dihadiri oleh Kusumo Martanto (CEO Blibli.com) serta Ramon Kwok (General Manager of Meizu Hong Kong). Selain hidangan ala buffet, terdapat pula aneka side dish seperti bakso Malang, salad sayur & buah, es krim, serta berbagai kudapan manis untuk menu penutup (padahal saya bukan penikmat manis lho).

Es krimnya lembut bak hati seputih salju. Saya juga mengambil aneka shorbet yang disajikan dalam gelas-gelas kaca kecil. Bukan, tidak semuanya saya makan sendiri, karena kami berbagi bersama dalam satu meja. Manis itu sederhana.

Fakta 9 – PENTING! HANYA DI BLIBLI.COM
Blibli.com, selaku official e-commerce partner untuk Meizu M2, akan menggelar Flash-Deals perdana pada 1 Oktober 2015 antara jam 10.00-15.00 wib. Meizu M2 dibandrol dengan harga Rp 1.699.000,- (bonus paket data Indosat Mentari 5 GB), dan bisa dibayar dengan berbagai pilihan mulai dari COD (Bayar di Tempat), kartu kredit/kartu debit, dan khusus pemegang kartu kredit dari 13 mitra perbankan pendukung program Flash-Deals akan mendapatkan diskon tambahan selama periode promo berlangsung.

Selain itu, Blibli Shopper juga tetap bisa menikmati fasilitas yang diberikan Blibli.com berupa Cicilan 0% antara 6-12 bulan, layanan free shipping serta didukung Customer Care 24 jam yang siap melayani konsumen online Indonesia.

Meizu M2 selfie
Fakta 10 – Zivanna Letisha
Do I need to say more?

Meizu M2 spec detail

Meizu M2 spec

Pride & Prejudice

TISJF2015

BAHWA rasa bangga dapat menumbuhkan prasangka.

Baru-baru ini saya menghadiri undangan trip dari negeri jiran Malaysia untuk menjelajah alam & budaya di pesisir timurnya.  Saya tak sendirian tentu saja, karena delegasi dari Indonesia saja ada 5 orang, belum ditambah delegasi dari 27 negara lainnya.

Saya tidak hendak mengagungkan negara tetangga di sini, tapi hanya menyampaikan apa yang dialami dan dirasakan secara pribadi. Di balik betapa rapi dan kreatif mereka dalam mengemas atraksi wisata, tentu ada saja beberapa kekurangan. Tapi secara keseluruhan trip kemarin berhasil gemilang dan bikin saya senang.

***

Ngaku deh, sebagai orang Indonesia pasti sering dengar jargon ‘Indonesia lebih indah, buat apa ke luar negeri’ dan semacamnya. Rasa kebanggaan atas kebangsaan itu perlu, WAJIB malah, tapi tidak lantas menjadikanmu katak dalam tempurung, yang tak bisa keluar dari zona nyamannya. Padahal Tuhan bukan cuma menciptakan Nusantara di muka bumi ini, padahal banyak jalan menuju Roma, padahal menuntut ilmu saja harus sampai negeri Tiongkok, padahal siapa tahu ada jodoh menanti di luar sana (yang terakhir ini curcol bukan ya?).

Apa artinya keindahan kalau tak dijaga.

Saya melihat fakta menarik sewaktu diajak berkunjung ke salah satu pulau di pesisir timur Malaysia. Apalagi kalau bukan gambaran pulau tropis ideal: pasir putih, laut biru toska, dan perairan jernih yang penuh hidupan bawah laut (ah, di Indonesia juga banyak!).  Berhubung sedang musim liburan, pengunjung saat itu membludak (eh, di Indonesia juga sama!). Tapi yang membedakan adalah: sepanjang pesisir pantainya bersih. BERSIH. Nihil sampah (hayo, di Indonesia gimana?). Pengunjung yang rekreasi/snorkeling juga dibatasi aksesnya sehingga tidak bebas berenang hilir mudik ke dalam area Taman Laut yang dilindungi sebagai konservasi alam (di Indonesia gimana? masih pada bebas snorkelingan nginjek2 terumbu karang di perairan cagar alam Krakatau? atau di taman nasional laut Kep. Seribu?).

***

Sebut namanya Mo. Si bulat tinggi besar yang mendampingi saya dan kawan-kawan seperahu tatkala acara memancing cumi-cumi di laut. Tiap perahu mendapat jatah bekal snack (makanan ringan + minuman) untuk masing-masing peserta, dan entah kenapa perahu kami seperti kelebihan stock.

Lewat ekor mata, saya bisa melihat Mo mengambil jatah kantung snack. Jika cuma sekali tak apa, tapi rupanya ia gemar menimbun. Beberapa kali ia diam-diam mengambil kantung snack kami lagi. Tapi saya tak ambil pusing karena toh jumlah snacknya melebihi jumlah peserta.

Lalu masalah timbul ketika salah seorang partisipan (sebut namanya Li, gadis berwajah Tiongkok yang tidak merasa Tiongkok namun mendeklarasikan diri sebagai ‘I’m Malaysian!’) melihat sampah plastik tampak mengambang di sisi perahu. Ada sekitar 3-4 plastik bekas roti dan bungkus makanan ringan.

Who did that? Please collect all the trash, please!” serunya gusar.

Tak ada jawaban. Li memungut sampah-sampah plastik itu dan mewadahinya dalam satu kantung. Lalu saya melihat siluet perut bundar besar sedang berbaring terlentang di atap perahu. Itu Mo. Dan saya tahu ia yang membuang sampah-sampah bekas cemilannya ke laut.

Tapi saya diam saja. Saya mengulur waktu, apakah Mo akan melakukan kembali perbuatannya? Jika ya, maka saya akan menangkap basah dirinya.  Tapi rupanya Mo gentar dengan hardikan Li. Tak ada lagi sampah yang melayang ke laut.

Saya membatin, ternyata untuk urusan buang sampah, tidak mengenal identitas bangsa.  Yang membedakan mungkin hanya tingkat pendidikan atau pengetahuan yang didapat.  See, bahkan orang Malaysia saja ada yang buang sampah sembarangan.

Bagai memenangi pertaruhan kecil, hati saya sedikit puas.

Kemudian sewaktu pelayaran kembali ke daratan, Mo muncul kembali di geladak. Tanpa basa-basi ia langsung menyapa saya dengan logat Melayu kental. “Bang, minta nomor teleponnya. Saya nak pulang kampung ke Riau bulan depan!”

Entah bagaimana ekspresi muka saya tatkala bilang: “Oh, keturunan Indonesia?” Pantes buang sampah sembarangan.

***

Sebut namanya Cu. Sejak awal trip ia tak berbaur dengan partisipan lain melainkan bersama rekan senegaranya saja. Saya sendiri baru ngeh akan keberadaan Cu sejak ia ‘ribut kecil’ dengan panitia di dalam bus.  Waktu saya bertanya pada salah seorang panitia, jawaban yang saya dapat cuma: “Biasalah, peserta dari negara anu dan anu memang banyak tuntutan. Ia minta kamar tersendiri.”

Kebanggaan saya sebagai orang Indonesia adalah kami dikenal ramah, ceria, dan tak banyak menuntut. Tampaknya para panitia pun mem-favorit-kan delegasi kami.  Lalu di bawah sadar saya menanam prasangka kepada Cu yang kebetulan bukan dari Indonesia. Bahwa ia begini, begitu. Padahal saya belum lagi kenal dirinya.

Kami memang tak pernah bertegur sapa selama trip. Padatnya acara membuat partisipan terlalu sibuk mengikuti agenda dan minim waktu untuk bersosialisasi lebih jauh.

Hingga tiba hari terakhir.

Ternyata saya dan Cu kembali ke KL dengan penerbangan yang sama.

Saya sudah masuk kabin lebih dulu, ketika melihat Cu berdiri dalam antrian di lorong kabin.  Saya bergumam dalam hati, “Kenging calik dimana wae, tapi ntong calik caket abdi.” Yang terjemahan bebasnya kira-kira: saya sedang capek, enggan say hi cuma basa-basi.

Ternyata…

semesta menempatkan kami duduk bersisian di pesawat.

Demikianlah, mau tak mau kami saling bertukar sapa.  Untuk kali pertama.

Tanpa disangka tak dinyana hal itu menuntun kami pada obrolan yang mengalir.

Meski awalnya terlihat pemalu, Cu ternyata seorang yang baik dan ramah. Bertuturlah ia bahwa selama dalam trip ini dirinya bekerja dalam satu team untuk sebuah acara broadcast, dimana meeting koordinasi sangat perlu. Itulah mengapa Cu sempat protes pada panitia kenapa kamar mereka harus terpisah-pisah.

Pupus sudah prasangka. Yang tinggal malu hati.  Saya meminta maaf pada Cu (meski dalam hati).

Pertemanan kami baru terjalin seusai trip.

***

“Ngapain jauh-jauh ke Malaysia cuma buat mancing cumi, atau mungut kerang?” Demikian kira-kira penuturan mereka yang overpride namun tampak menutup mata pada apa yang sudah dilakukan negara lain untuk memajukan pariwisata.

Tentu saja kegiatan kami di sini bukan hanya perihal cumi dan kerang, tapi juga kunjungan ke konservasi alam dan budaya.  Tapi saya tahu, kegiatan memancing cumi atau memungut kerang adalah juga tradisi yang kerap dilakukan penduduk lokal di bumi pertiwi. Kekayaan kita terlalu banyak, sehingga kadang membuat terlena.  Tengoklah sedikit pada apa yang dilakukan pemerintah di negeri jiran ini. Hanya dengan mengemas tradisi nelayan menjadi suatu festival berskala internasional, maka perhatian di dunia beralih, dan mampu menaikkan angka kunjungan wisman hingga belasan persen per tahun.

Apakah menurutmu kami menikmati kegiatan tsb selama di sana?

Tentu saja!

Namun dengan rasa gemas, dan kadang miris. “Indonesia bisa kok sebenarnya!” Lalu ditutup dengan ‘TAPI’ yang menggantung.

***

Ingin tahu seperti apa kegiatan mancing cumi dan mungut kerang itu? Silakan cek tautan di bawah ini:

Mari Mencandat Sotong (alias memancing cumi-cumi)

Mari Mengutip Kepah (alias memungut kerang)

Jangan lupa setelah buka disgiovery.com langsung pada klik ‘follow‘ atau ‘subscribe by email‘, supaya kalian tetap up-to-date sama kegiatan saya:)

Tabik!

#SwapBlog | 7 Things About Gelologic

swapblog Yusuf

Halo pembaca setia duaBadai, perkenalkan saya *eheum* yusufmo yang so-so-an akrab disapa gelologic di kancah per-blogger-an tanah air hehe. Sudah beberapa bulan ini memang blog saya Notes of Gelologic tidak bersua menyapa teman-teman dengan tulisan saya yang bukan cuma biasa aja tapi biasa banget, hahaha.

Baiklah, jadi kebetulan saya berpasangan dengan tuan rumah #Swapblog edisi ketujuh ini, What? Edisi ketujuh? Hmmm… nggak terasa kan swapblog sudah mau mendekati episode-episode terakhir. Semoga saja ada season dua-nya ya, bahkan kata Agusmia (Gelato Traveler) WAJIB ada dan ngga boleh kalah sama sinetron Tersandung eh Tersanjung deng, hahaha. Dan duaBadai aka mas Taufan kemudian mencetuskan tema yang ngga biasa, 7 fakta tentang kita (para peserta swap-bloggers). Siapa tahu kan bisa dimuat di tayangan on the spot trans7 dengan tajuk yang diangkat 7 Fakta Yusuf Si Calon Superstar Masa Depan wkwkwk. Nah, kira-kira fakta apa saja nih yang saya ungkap pada kesempatan kali ini, cekidot!

#1 Suka Ngupil

Aduh duh, sebenernya malu mau ngakuin, tapi ya mau gimana lagi memang itu fakta sesungguhnya. Entah, saya kurang hafal kapan hobi ngga banget ini dimulai. Yang jelas, saya memang suka sekali ngupil.  Tapi teteup harus tahu sikon dan keadaan, yakali pas lagi kuliah atau seminar kita enak-enak-an jorok-jorok-an ngupil, bisa-bisa hilang nih harkat dan martabat sebagai orang yang agak diperhitungkan kece di kampus.

#2 Bercita-Cita Jadi News Anchor dan Punya Program Talkshow Sendiri

Waini nih yang orang-orang ngga banyak tahu. Saya itu pengen banget jadi news anchor, lho. Punya program sendiri apalagi. Selama masa kuliah, ya kira-kira 2.5 tahun terakhir saya ga pernah nolak kalo dikasih mandat jadi moderator , yakni pemimpin forum dan  seminar yang diadakan baik oleh BEM maupun pihak kampus. Semacam sudah passion (baca pesyen) yang mengalir dalam jiwa saya. Makanya pas CNN Indonesia katanya udah coming soon, kayanya saya di garda terdepan yang mau apply sebagai news anchor nya. Satu lagi, kalo Najwa Shihab sudah mau pensiun, kemungkinan saya akan meneruskan program talkshow fenomenalnya Mata Najwa dengan program saya sendiri, Hidung Yusuf, hiks hiks hiks.

1977601_10200689706724880_91761233_o2

Suatu saat, program ini akan saya akuisisi, hehehe!

#3 Pernah Buang Sandal Ibu-ibu yang Dateng Pengajian di Rumah Nenek ke Selokan

Hahaha. Ngga ngerti lagi ini betapa kurang asemnya makhluk-makhluk kaya saya ini pas masih kecil. Kejadiannya sih ketika saya masih berumur tiga tahun katanya. Ngga inget juga sih, cuma cerita ini berdasarkan rekonstruksi tindak kejadian perkara oleh beberapa saksi yang tidak lain adalah nenek saya. Bayangkan, waktu itu di rumah nenek  lagi ada pengajian ibu-ibu. Biasa lah ya kalau pengajian kan duduk dibawah alias bersila alias melepaskan alas kaki. Nah, kebetulan rumah nenek saya terletak di pinggir jalan sehingga secara geografis berbatasan langsung dengan selokan di depan rumah (biar terksean ilmiah, wkwk). Kemudian, saat ibu-ibu lagi memanjatkan doa dan bershalawat, dengan wajah innocent saya membuang sandal-sandal mereka yang berjubel di teras rumah ke selokan depan. Aduh, melalui tulisan ini saya sekalian memohon maaf ya ibu-ibu terlebih yang 18 tahun lalu pulang nyeker ke rumahnya masing-masing karena sandalnya saya buang, hehehe.

#4 Suka Warna Biru

Iya, saya suka banget warna biru. Sampe-sampe nih di kosan saya tuh banyak banget barang-barang warna biru. Mulai dari bedcover, karpet, keset, tirai, tas, papan jadwal dan sebagainya didominasi warna biru. Alasannya selain memang suka, juga berdasarkan riset psikologi menyebutkan kalau ruangan yang didominasi warna biru akan meningkatkan semangat penghuninya untuk terus bekerja dan berkarya. Sayangnya, teori itu sedikit banyak ngga berlaku buat saya. Kenapa? Lihat fakta berikutnya!

#5 Moody Parah dan Deadliners Sejati (sampai saat ini)

Jika sifat moody seseorang ada tingkatannya, maka grade moody saya sudah tergolong akut atau bernilai 9.75 untuk skala 0-10. Dengan grade moody segitu, maka ngga heran kalau saya lagi bad mood, ngga ada satupun hal yang bisa saya kerjakan. Sebaliknya, kalau mood saya sedang sangat baik, semua tugas bisa saya selesaikan dengan cepat dan sempurna. Seolah berjalan beriringan, saya juga seorang deadliners. Baik untuk tugas, apply program ini-itu dan lain lain. Makanya kalau pembaca setia duabadai ada yang punya resep jitu menghilangkan dua sifat buruk ini, kabarin saya ya!

#6 Penari Saman

Pertama kali melihat gerombolan orang menari saman secara kolosal pada saat perayaan 100 tahun kebangkitan nasional di GBK Jakarta, saya langsung tercengang dan menggandrungi tarian asal Aceh ini. HARUS BISA NARI SAMAN! Begitulah kira-kira yang saya pikirkan kala itu. Entah kemudian jodoh atau gimana, ternyata di kampus saya juga ada komunitas saman yang semua anggotanya adalah lelaki. Komunitas itu bernama GILANYA GEOLOGI SAMAN yang beken dengan nama GIGOLOS, ups hahaha. Berkat gigolos saya bisa jadi artis alias pekerja seni (ART-ist) dan sudah tampil kemana-mana, baik intra kampus, kampus lain, bahkan Negara lain hehehe.

#7 Sedang Giat Sosialisasi Sadar Bencana

Salah satu prinsip utama dalam hidup saya adalah menjadi orang yang bermanfaat untuk sesama. Betapa senangnya melihat orang lain bahagia atau terhindar dari marabahaya. Mengingat Indonesia yang secara geologis terletak di pertemuan tiga lempeng, maka tidak heran jika bencana alam seperti gunung meletus, tsunami, longsor dan gempabumi sering terjadi di negeri kita. Melalui alasan singkat tadi, saya dan beberapa teman kemudian menginisiasi suatu program sosial yang bertujuan menyebarkan pengetahuan kebencanaan terhadap orang-orang disekitar kami. Semoga gerakan bernama Gesture ini membawa manfaat dan terus berkembang dalam lingkup yang lebih besar. Sekilas mengenai projek ini bisa dilihat melalui website kami GESTURE. #sekalian #promo #gapapaya #hehe

1961509_10200689711645003_218682108_n

Pengetahuan kebencanaan yang baik akan mengurangi dampaknya baik secara ekonomi maupun sosial.

Baiklah mas Taufan, itu tadi 7 fakta mengenai saya, si blogger amatiran yang ngebet banget punya program talkshow ini. Yang baik semoga menginspirasi dan yang buruk jangan diikuti, oke. Terima kasih.

5 Reasons You Should Vote & Send Me To India

Vote For Me 00

INDIA? What’s with India?

Well, there has been a blog competition held by Kerala Tourism that is called Kerala Blog Express. Kerala is India’s greenest state and the country’s most googled travel destination.  In order to win the chance to visit Kerala, participants (including me) should gain more votes against others.  So that’s why I need your help to cast your vote for me.

Why should I vote for you?

Well, because you’re all kind & generous and won’t let me down. You would do anything to help your friends, wouldn’t you? You would want to see Indonesia to become one of 25 finalists, right?

Last but not least, you surely want to see me realizing my dreams, no?😉

Vote For Me 01

I love cows! And I’m dying to see Indian cows wandering the street.

Vote For Me 02

There will be 24 other travel bloggers from around the world invited to Kerala.

Vote For Me 03

I want to promote Indonesia and to spread the message about green tourism/responsible travel as well.

Vote For Me 04

Experience new things in India would be some kind of adrenaline rush for me. Try some curries, speak some Hindi, or maybe dance with king cobra? Hmm…

Vote For Me 05

Explore new places that can broaden my mind, and see the world with the new perspective. And I’ll share it with you, guys!

How to vote?

CLICK HERE and then click Login With Facebook. Follow the easy instructions. Done. Less than 5 seconds!:) (O well, it depends on your internet connection).

Vote For Me 06

Why wait?

Vote For Me 07

Tell your boyfriend/girlfriend, family, friends & foes to vote!

Vote For Me 08

More votes then more chances for me:)

Vote For Me 09

I’m begging you!

Vote For Me 10

Tell me once you’ve succeeded voting.  Can’t thank you enough, pals!

Don’t forget to cast your vote, guys!

CLICK HERE and then click Login With Facebook.

TERIMA KASIH!

^^

#SwapBlog | Wisata Kuliner Di Palembang

swapblog Yayan

SEBAGAI salah satu kota besar, Palembang bukanlah kota tujuan wisata utama. Kenapa? Karena Palembang bukanlah kota yang dianugerahi alam yang biasanya dijadikan tujuan wisatawan. Palembang tidak memiliki pantai atau gunung. Palembang hanya memiliki sungai Musi dan Jembatan Ampera. Eh, sebetulnya sih ada pemandangan alam seperti danau Ranau atau Gunung Dempo namun cukup jauh dari pusat kota. Nah, hal lain yang menjadi andalan wisata di Palembang adalah kulinernya.

Mengenai wacana ’perang’ antara Palembang dan Jambi yang bergulir baru-baru ini, ah sudahlah, menurutku itu tak lebih dari lelucon garing yang (semoga) akan lenyap seiringnya waktu. Jika wisatawan menemukan pempek di Palembang atau Jambi, ya nikmati saja. Toh masih di Indonesia ini, kan? Lain ceritanya jika negara tetangga yang klaim. Hehe.

Nah, di kesempatan ini, aku akan membahas sebagian makanan ‘ringan’ dari kota Palembang yang sebagian besar merupakan makanan yang diolah dari bahan utama ikan. Apa saja? Ini dia.

Pempek

1. Pempek

Bisa jadi, hampir semua orang pecinta kuliner mengenal makanan yang memang mempopulerkan nama Palembang ini. Namun tahukan bahwa pempek sendiri jenisnya ada lebih dari 10 jenis? Dimulai dari pempek kapal selam, pempek pistel (berisi parutan pepaya muda), pempek adaan, pempek tahu, pempek kulit, pempek lenjer (berbentuk lonjong), pempek panggang (berbentuk pipih), pempek tahu, pempek keriting, pempek godo (terbuat dari gandum), pempek udang, pempek telor kecil bahkan beberapa toko pempek mulai berkreasi dengan menciptakan varian baru. Seperti pempek sosis:)

Pempek dengan beraneka jenis itu tak hanya dibedakan dengan bentuk, ukuran, dan jenis isiannya. Beberapa memang dibuat dengan bahan baku yang berbeda. Seperti pempek kulit yang dibuat dari kulit ikan atau pempek udang yang dibuat dari udang.

Pempek Lenggang

9. Pempek Lenggang

Aku sengaja membedakan dan membahas pempek lenggang secara terpisah karena memang pempek yang ini cukup unik. Pempek ini berbentuk persegi panjang seperti martabak mesir dan dibuat dari adonan mentah yang dipanggang langsung di atas bara api dengan hanya dilapisi daun pisang. Pempek tersebut dilenggang atau di panggang pada satu permukaan dan ketika adonan di bawah sudah matang maka adonan akan dipindahkan ke daun pisang lainnya untuk mematangkan sisi lainnya. Sedaaap!:)

Celimpungan

2. Celimpungan

Celimpungan juga dibuat dari adonan ikan dan terigu namun adonannya lebih lembut dan dibentuk seperti bakso. Celimpungan disuguhkan dengan kuah yang rasa dan kekentalannya mirip dengan kuah ketupat. Di keluarga kami pun begitu. Jika hari raya tiba, kami biasa memakan ketupat dengan campuran celimpungan dan irisan telur rebus. Jika suka pedas, tinggal ditambahkan sambal tumis.

Laksan

3. Laksan

Nah, Laksan ini adalah irisan pempek lenjer besar yang dipotong tipis/pipih dan disiram kuah santan. Sekilas warna kuahnya sama dengan kuah celimpungan namun rasanya jauh berbeda. Sebagian orang juga memakan laksan dengan irisan telur. Namun jarang dimakan dengan dicampur dengan ketupat atau lontong.

Lakso

4. Lakso

Namanya mirip-mirip dengan Laksan ya:) tapi Lakso tidak terbuat dari olahan ikan. Lakso ini berbentuk seperti mie yang dibuat dari tepung beras. Hmm, mungkin bentuknya mirip seperti spagethi. Dimakan dengan kuah kuning yang juga berbeda dengan kuah celimpungan dan laksan. Tapi jika digambarkan ya mungkin mendekati kuah ketupat juga rasanya.

Burgo

5. Burgo

Burgo sama seperti Lakso yang sesungguhnya terasa tawar jika dimakan tanpa kuah. Sama-sama dibuat dari tepung beras dan dibuat seperti telur dadar (hingga akhirnya dipotong kecil-kecil seperti ketika akan disajikan). Nah kuah burgo beda lagi. Warnanya tidak sekuning kuah lakso atau celimpungan. Walau begitu tetap saja dibuat dari santan kelapa😀

Model

7. Model

Hehe, ini bukan model yang berlenggak lenggok di atas catwalk ya. Tapi ini adalah adonan pempek berisi tahu dengan ukuran lebih besar yang dimasak ke dalam kuah kaldu. Rasanya bisa disesuaikan dengan selera. Bisa ditambahkan kecap, cuka, perasan jeruk dan juga sambal.

Tekwan

6. Tekwan

Ini satu saudara dengan model. Bedanya tekwan berbentuk bakso kecil tanpa isian di dalamnya. Bahan pelengkapnya seperti mie soun, jamur kuping dan kembang sedap malam. Oh ya ada irisan timun juga:)

Martabak HAR

10. Martabak HAR

Ini adalah martabak India yang dibuat dari kulit tipis yang diisi dengan dua butir telur (untuk martabak spesial bisa berisi daging dan sayuran). Makannya dicampur dengan kuah kental + irisan cabe merah. Cara masaknya yang unik dan butuh keahlian bisa jadi atraksi yang menarik bagi pengunjung.

Ragit

11. Ragit

Ini makanan olahan tepung terigu yang dibentuk seperti roti jala. Dimakan dengan kuah kental dan irisan daging. Rasanya khas dan berbeda dengan makanan kuah lainnya.

Mie Celor

8. Mie Celor

Semua pada kenal ya Pak Bondan ’Maknyus’:) nah ternyata, mie celor inilah makanan kesukaan pak Bondan selain pempek. Hal ini aku tanyakan langsung kepada beliau melalui twitter. Mie ini memang enak. Tapi, bagi orang yang pertama kali mencicipinya menurutku akan terbagi dua. Suka banget (dan jatuh cinta) atau kebalikannya yakni gak suka banget. Kenapa? Karena rasanya sangat unik. Kuahnya kental dan hmm… teksturnya seperti lendir (jika digambarkan secara ekstrem). Dinamakan mie celor karena mie ini di celor alias diceburkan ke dalam air mendidih selama beberapa menit. Mie ini tidak direbus (karena hanya diceburkan sebentar saja) sehingga teksturnya masih terasanya kenyal namun juga lembut. Rasain sendiri deh😀

Mie Celor

Nah, itu dia beberapa makanan ’ringan’ khas Palembang yang biasanya disantap ketika sarapan. Eh, sebetulnya makanan ini bisa disantap kapanpun sih:) seperti pempek, di Palembang, pempek bisa dimakan saat sarapan, makan siang ataupun makan malam hahaha. Untuk jenis makanan lainnya uih masih buanyak lagi. Jenis kerupuk/kelempang aja banyak. Kue kering, kue basah juga lauk pauk. Jika dirinci satu persatu bisa puluhan ragamnya. Haha:)

Terima kasih kepada mas Aldi sudah menampung tulisanku ini sehingga bisa nongol di blog duabadai yang kece banget ini. Eh ya, buat para pembaca, tulisan ini ditulis oleh Omnduut si mamamholic sekaligus pecinta kartu pos dalam rangka swap blog😀 Selamat mencicipi kuliner Palembang yaaaa!

 

 

Sumber gambar:

–       Pempek : http://www.eswete.com/cara-membuat-pempek.html

–       Celimpungan : http://www.kaskus.co.id/thread/50c730abe574b4ce4300006c/thread-khusus-penggila-kuliner-yang-doyan-makan-masuk

–       Lakso : http://sweetcoconutandcumin.blogspot.com/2011/10/lakso-noodle-with-fish-coconut-soup.html

–       Burgo : http://iyang-oiy.blogspot.com/2012/09/burgo.html

–       Tekwan : http://kuliner-palembang.blogspot.com/2013/02/cara-membuat-tekwan.html

–       Model : http://food.detik.com/read/2010/03/10/112621/1315202/294/gurih-lembut-model-wong-kito-galo

–       Mie celor : http://mirnanadia.blogspot.com/2012/04/bangganyaaaa-menjadi-orang-sumatera.html

–       Pempek lenggang : http://www.tempo.co/read/news/2010/08/05/189268937/Pempek-Lenggang-Mang-Udju–Pilihan-untuk-Buka-Puasa

–       Martabak HAR : http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2012/02/05/ala-india-dari-palembang-436624.html

–       Ragit : http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2012/02/05/ala-india-dari-palembang-436624.html

 

#SwapBlog | Hey Hey Hey Siapa Dia?

swapblog Hani

Honeylizious.com – Pasti masih ingat dong siapa yang menyanyikan lagu itu? Di mana lagu itu selalu terdengar. Saat akan menuliskan postingan ini langsung teringat dengan judul lagu tersebut. Bahkan saya mendendangkannya sebentar untuk menghitung jumlah ‘hey’ dalam lagu tersebut. Perkenalkan saya Rohani Syawaliah. Pasangan swap blogger untuk bulan November-nya Taufan Gio. Sebelumnya mohon maaf buat leader bulan November ini. Saya benar-benar terlambat mengirimkan tulisan di blog yang seharusnya saya isi sejak beberapa minggu yang lalu.

Bukan apa, saya letih memikirkan siapa orang yang memberikan inspirasi bagi saya. Sebab selama ini yang banyak adalah orang-orang yang menjadi suri tauladan bagi saya. Suri tauladan rasanya hanya memberikan contoh yang baik. Kalau inspirator menurut saya adalah orang yang bisa membuat saya mengubah hal-hal yang kurang baik di dalam diri saya dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Setelah sebulan memikirkannya, baru saya menyadari siapa orang tersebut. Sebelumnya saya selalu percaya bahwa ada beberapa jenis orang di dunia ini. Ada orang yang hadir dalam kehidupan kita hanya sebagai orang-orang yang lewat begitu saja. Ada pula yang hadir sebagai seseorang yang datang sekejap kemudian pergi setelah meninggalkan kenangan di dalam kehidupan kita seperti mantan *eh. Namun ada orang-orang yang memang hadir dan akan selalu ada di sana selamanya, seperti orang tua kita, saudara-saudara kita.

Lalu siapa inspirator saya. Bukannya narsis sebab inspirator saya ini memang diri saya sendiri. Orang yang akan selamanya menjadi milik saya. Selalu ada ketika saya butuhkan. Saya mengatakan diri saya sendiri yang sebelumnya, Rohani Syawaliah yang kemarin, yang tahun lalu, yang puluhan tahun yang lalu, adalah inspirator saya bukan tanpa sebab. Dia adalah orang yang paling tak sempurna yang pernah saya kenal. Dia mengajari saya banyak hal. Bagaimana caranya menghadapi semua masalah di dalam kehidupan ini dengan menjalaninya.

Bukankah orang yang beruntung adalah orang yang bisa lebih baik dari dirinya yang kemarin? Dari dirinya yang lalu. Tanpa mengenal diri kita sendiri. Memperdalam pengetahuan tentangnya. Mengenal masa lalunya. Kita tidak akan pernah tahu tolak ukur untuk menjadi diri kita yang lebih baik dari yang sebelumnya? Setiap akan memulai hari, saya biasanya akan mengingat kesalahan yang sudah saya lakukan hari kemarin dan tentu saja berusaha untuk tidak mengulangnya. Alih-alih berharap bisa mengulang hari saya pikir lebih baik saya menjalani satu-satunya hari yang saya miliki dengan melakukan yang lebih baik dari hari kemarin. Sebab kita hanya punya hari ini. Kemarin sudah lewat dan besok belum kita jelang.

Semoga menginspirasi.

Pemburu Ulung

KAKEK adalah seorang pemburu ulung. Kepala panda, kepala burung dodo, kepala gajah putih, kepala unicorn, kepala manusia serigala, hingga kepala singa jantan besar yang sedang mengaum (kakek bilang singa itu konon terkenal sakti dan dikenal dengan nama Aslan) tampak terpajang di dinding kamar kerjanya.  Sebuah sofa antik bermotif kulit harimau ditaruh di depan perapian, tempat kakek biasa duduk bersantai sambil membaca, atau mendongeng.

“Ceritakan padaku tentang peri tanduk rusa!” pintaku, mungkin untuk yang kesekian kali.  Kakek belum pernah bercerita tentang hal ini sebelumnya.  Namun aku tahu lambat laun ia akan mengungkapkan hal tsb.

Kakek menatap syahdu pada satu tempat kosong di atas perapian.  Dahulu ada kepala babi hutan raksasa terpajang di sana, demikian ia pernah bilang.

***

Dahulu kala pada masa mudanya, ketika tengah menempa diri menjadi seorang pemburu ulung, kakek kerap pergi berburu hingga ke negeri-negeri terjauh.

Pada suatu ketika  ia memburu kepala babi hutan raksasa hingga ke perbatasan negeri peri.  Sayang, makhluk buas itu keburu mengamuk dan menciderai kakek.  Dengan kekuatan terakhir, kakek menyelamatkan diri masuk ke negeri peri.

Aduhai, mungkin inilah cuplikan surga.  Permadani rumput menghijau hingga ke bukit-bukit.   Sebuah sungai berkelok-kelok dengan airnya yang jernih dan berkilauan.  Udara dipenuhi harum bunga, kupu-kupu beterbangan di sekitar.  Langit biru cerah dengan gemawan putih berarak.  Matahari bundar besar berada tepat di atas langit namun sinarnya terasa lembut dan hangat menyenangkan.

Kakek jatuh terduduk di tepi sungai, lalu segera membasuh luka di tubuhnya.  Ajaib, tak lama luka di tubuhnya pun mengering meski masih terbuka, dan ia merasa ada kekuatan baru merasuki tubuhnya.

Syahdan terdengar bunyi kerincing halus, makin lama makin jelas.  Kakek tak dapat menerka bunyi apakah itu sehingga ia memilih bersembunyi di balik pohon, lalu mengintai dengan waspada.

Kemudian muncullah sesosok peri cantik yang terbang rendah di permukaan sungai.  Tubuhnya tampak berpendar dalam cahaya lembut yang menakjubkan.  Tapi yang membuat kakek terpana adalah kepala sang peri cantik yang ditumbuhi tanduk rusa bercabang banyak.  Satu, dua, tujuh, gumam kakek menghitung tiap cabang tanduk di kepala sang peri.  Sosok itu sesekali menoleh ke kiri dan ke kanan, dan di setiap gerakan kepalanya memunculkan debu-debu bintang yang berkerincing dan gemerlapan.

“Keluarlah wahai pemburu.”  Peri itu berhenti di tempat kakek tadi sempat beristirahat.  Suaranya manis madu.  “Aku bisa mencium aroma mesiu dari senapanmu.”  Terdengar bunyi kerincing lagi.  Gemanya bagai memengaruhi pikiran kakek.

Tak perlu waktu lama, akhirnya kakek pun menyerah, dan pelahan menampakkan diri.  Mereka berdiri berhadapan.  Tubuh sang peri memang tidak sebesar kakek, namun tanduk di kepalanya membuat penampilannya lebih tinggi dan mulia.  Wajahnya tampak belia namun terlihat bestari, bagai tak terpengaruh bilangan usia, suatu keistimewaan yang dimiliki kaum peri.

“Wahai manusia pemburu, sesungguhnya bau darahmulah yang membawaku ke sini.”  Ada pusaran dalam mata sang peri yang membuat kakek terpesona tak kuasa bergerak.

Kemudian, tiba-tiba peri tanduk rusa langsung menyeruduk kakek dengan kecepatan kilat!

BUK!

Kekuatan besar itu menumbuk kakek, membuat seluruh udara dalam paru-parunya bagai terhempas keluar.  Sedetik kemudian ia sudah terlontar tinggi ke angkasa.   Dunia terasa berputar-putar.  Debu-debu bintang berkerincing meriah di sekelilingnya.

Kemudian terdengar bunyi gemuruh dan geraman buas dari bawah sana.  Dalam gerakan lambat kakek melihat kepulan debu dan sekilas kilatan tanduk sang peri.

Dan juga kilatan tanduk babi hutan raksasa yang tengah menerjang dengan ganas!

Ternyata babi hutan raksasa sudah mendobrak masuk ke negeri peri, dan peri tanduk rusa berusaha menghalaunya.  Mereka bertarung dengan sengit dan dahsyat.  Pepohonan di sekitar langsung tumbang, rerumputan langsung tercerabut, debu tanah merah langsung mengepul.

Debu-debu bintang bagai menahan kakek jatuh ke tanah.  Ia dapat mengamati pertempuran di bawah sana dalam suasana mencekam.  Ya, kakek baru menyadari ternyata peri tanduk rusa tadi berusaha menyelamatkannya dengan melontarkannya ke udara.  Di sisi lain kakek merasa sangat bersalah karena dirinyalah yang menyebabkan babi hutan raksasa itu menerobos masuk ke negeri peri.  Dan kini peri tanduk rusalah yang harus menghadapi sang monster.  Sendirian.

Segala keangkuhan kakek sebagai calon pemburu ulung luluhlah sudah.  Lihatlah ia, tak berdaya dengan luka yang telah mengering dan tanpa senapan andalan.   Suara pertarungan di bawahnya terdengar mengerikan, tiap gemuruh, tiap geraman, adalah teror bagi jantungnya.

Bagai mimpi buruk dalam buaian, kakek cuma bisa meringkuk tanpa daya.  Matahari sudah condong ke barat dan dunia merona jingga ketika akhirnya deru pertarungan di bawahnya terhenti.  Sunyi.  Debu-debu bintang sudah tak berkerincing.  Sebuah sepi yang beraroma kematian.

***

“Apa yang terjadi selanjutnya, Kek?”

Kakek memang sempat henti bertutur.

Beliau menghela napas panjang.  “Babi hutan raksasa akhirnya tewas, dan peri tanduk rusa terluka parah.  Kau tahu, peri itu kekal, asal jangan sampai kehabisan darah.”  Suara kakek bergetar.

Aku terdiam.  Merebahkan kepala di pangkuan kakek.

“Intinya cuma ada satu cara untuk menyelamatkannya.  Sang peri sendiri yang memberitahukannya padaku.”

“Apa itu, Kek?”

Mata Kakek berkaca-kaca.

“Peri tanduk rusa meminta tubuhnya dihanyutkan di sungai.”

***

Sudah lama benakku dipenuhi hal ini.  Kilasan-kilasan kejadian berkelebat.  Pertarungan yang ganas.  Babi hutan raksasa yang tewas.  Kakek yang segera memenggal kepala sang monster babi untuk memastikan kematiannya.

Peri tanduk rusa yang terkapar dengan luka parah di sekujur tubuh. 

Perasaan kakek campur aduk.  Ia telah mendapatkan kepala babi hutan raksasa incarannya.  Kakek menatap sang peri yang sudah tergolek lemah.  Tentu ia takkan membiarkan peri tanduk rusa menderita seperti itu.

Peri tanduk rusa meminta kakek mengusap sedikit darah segar dari luka-luka di tubuhnya, lalu segera membasuhnya di sungai agar larut bersama arus.  Inilah cara tercepat memberi kabar pada peri-peri penjaga hutan yang lain untuk segera datang menolong.

Kedua tangan kakek masih berlumuran darah babi.  Melihat kondisi peri tanduk rusa dihadapannya, tiba-tiba saja kakek merasa kepala babi hutan raksasa sama sekali tak berarti apapun.

Akhirnya kakek pun kembali ke negerinya dengan membawa kepala peri tanduk rusa.  Kepala babi ia lempar ke sungai.

Tak lama beliau dinobatkan kerajaan sebagai pemburu ulung nomor satu.

***

Aku menatap sebuah tempat kosong di atas perapian.  Aku tahu, pernah ada masa kala kepala peri tanduk rusa terpajang di sana, dan bukan kepala babi hutan raksasa.

Aku melirik kakek yang tampak tertidur di kursinya.  Mungkin tidur selamanya.  Ia pasti terkejut tadi begitu mengusap kepalaku dan mendapati bakal tanduk yang mulai tumbuh di sana.

Aku menggaruk kepalaku.  Mendadak rasanya sedikit gatal.

 

 

-Bogor, 19 Okt 2013-